Surah Al-Ahzāb : 33
Pensucian Ahlul Bayt as
“Sesungguhnya Allah hendak menghilangkan segala jenis kekotoran darimu wahai Ahlul bayt dan mensucikanmu sesuci-sucinya.”
Berdasarkan riwayat dari Aisyah, Ummu Salamah, Abu Sa’id Al-Khudri dan Anas bin Malik, ayat ini turun hanya untuk lima orang, yaitu Rasulullah SAWW, Ali, Fathimah, Hasan, dan Husein as
Rasulullah SAWW bersabda seraya menunjuk kepada Ali, Fathimah, Hasan, dan Husein as: “Ya Allah, mereka ini adalah Ahlul Baytku, maka peliharalah mereka dari keraguan dan sucikan mereka sesuci-sucinya.” Banyak hadis lain yang searti dengan hadis tersebut. Silahkan rujuk:
- Shahih Muslim, kitab Fadhā`ius Shahābah, bab Fadhā`il Ahli Baytin Nabi SAWW, juz 2, hal. 368, cetakan Isa Al-Halabi; juz 15 hal. 194, Syarah An-Nawawi, cetakan Mesir.
- Shahih Tirmidzi, juz 5, hal. 30, hadis ke 3258; hal. 328, hadis ke 3875, cetakan Darul Fikr.
- Musnad Ahmad bin Hanbal, juz 5, hal. 25, cetakan Darul Ma’arif, Mesir.
dan masih banyak lagi…
Surah Asy-Syūrā : 23
Perintah Mencintai Ahlul Bayt as
“Katakanlah wahai Muhammad: “Aku tidak meminta upah kepada kalian dalam dakwah ini melainkan kecintaan terhadap keluargaku”.
Ayat ini turun untuk keluarga Rasulullah SAWW, yaitu Ali, Fathimah, Hasan dan Husein as Silahkan rujuk:
- Syawāhidut Tanzīl, karya Al-Hakim Al-Haskani Al-Hanafi, juz 2, hal. 130, hadis ke 822, 823, 824, 825, 826, 827, 828, 832, 833, 834, dan 838.
- Manāqib Ali bin Abi Thalib,karya Ibnu Al-Maghazili Asy-Syafi’i, hal. 307, hadis ke 352.
- Dzakhā`irul ‘Uqbā, karya Ath-Thabari Asy-Syafi’i, hal. 25 dan 138.
- Ash-Shawā’iqul Muhriqah,karya Ibnu Hajar Asy-syafi’i, hal. 101, 135, 136, cetakan Al-Maimaniyah, Mesir; hal. 168, dan 225, cetakan Al-Muhammadiyah, Mesir.
- dan masih banyak lagi…
Surah Al-Baqarah : 124
Ayat Imamah
“Dan ingatlah ketika Ibrahim diuji oleh Tuhannya dengan beberapa kalimat, lalu ia (berhasil) melengkapinya. Allah berfirman: “Sungguh aku akan menjadikanmu seorang imam bagi seluruh manusia”. Ibrahim memohon: “ Juga dari keturunanku!”.
Allah berfirman: “Janjiku ini (imamah) tidak akan dapat digapai oleh orang-orang yang zalim”.
Dalam Tafsir Al-Mizan karya Allamah Thabathaba’i juz 1 hal. 273, diriwayatkan bahwa Imam Ja’far Ash-Shadiq as berkata : “Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla menerima Nabi Ibrahim as sebagai seorang hamba sebelum Dia mengangkatnya menjadi seorang mabi, mengangkatnya menjadi nabi sebelum Dia memilihnya menjadi rasul, mengangkatnya menjadi rasul sebelum Ia menjadikannya sebagai kekasih-Nya (Khalilullah), dan menjadikannya sebagai khalilullah sebelum mengangkatnya menjadi seorang imam. Dan setelah Allah menganugerahkan semua itu kepadanya, Dia berfirman: “Sungguh Aku telah mengangkatmu menjadi imam bagi seluruh manusia”. Karena imamah itu sangat agung baginya, maka beliau memohon kepada Allah: “Dan dari keturunanku juga!”. Kemudian Allah menjawab: “Janjiku ini (imamah) tidak akan dapat digapai oleh orang-orang yang zalim”. Selanjutnya Imam Ja’far berkata: “Orang yang bodoh tidak akan menjadi imam bagi orang yang bertakwa”.
Allamah Thabathaba’i mengatakan berdasarkan riwayat di atas, yang dimaksud dengan “Kalimat” dalam ayat ini adalah imamah Nabi Ibrahim as, Ishak dan keturunannya yang kemudian ia menyempurnakannya dengan imamah Muhammad SAWW dan para imam Ahlul Bayt as dari keturunan Nabi Ismail as Kemudian Allah memperjelas persoalan ini dengan firman-Nya: “Sungguh Aku akan menjadikan kamu imam bagi seluruh manusia.”
Hadis tersebut dan hadis-hadis lain yang memiliki kandungan yang sama dengan hadis di atas terdapat di dalam:
- Al-Manāqib, karya Al-Maghazili Asy-Syafi’i, hal. 276.
- Naqdhus Shawā’iq, karya Sayid Amir Muhammad Al-Khazhim, hal. 220.
- Dalā`ilus Shidq, karya Al-Imam Al-Muzhaffar, hal. 140.
- Al-Manāqib, karya Syahr-asyub, juz 2, hal. 263.
- Tafsir Al-‘Ayyāsyi, tentang surat ini.
Surah Asy-Syu’arā` : 214
Ayat Indzār
“Dan berilah peringatan keluargamu yang terdekat”
Ketika ayat ini turun Rasulullah SAWW bersabda: “Wahai Bani Abdul Muthalib, demi Allah aku tidak pernah menemukan sesuatu yang lebih baik di seluruh bangsa Arab dari apa yang kubawa untukmu. Aku datang kepadamu untuk kebaikan di dunia dan akhirat. Allah telah menyuruhku mengajakmu kepada-Nya. Maka, siapakah di antara kamu yang bersedia membantuku dalam urusan ini untuk menjadi saudaraku dan washiku serta khalifahku?”
Mereka semua tidak bersedia kecuali Ali bin Abi Thalib. Di antara hadirin beliaulah yang paling muda. Ali berdiri seraya berkata: “Aku ya, RasulullahNabi. Aku (bersedia menjadi) wazirmu dalam urusan ini”. Lalu Rasulullah SAWW memegang bahu Ali seraya bersabda: “Sesungguhnya Ali ini adalah saudaraku dan washiku serta khalifahku atasterhadap kalian. Oleh karena itu, dengarkanlah dan taatilah ia.” Mereka tertawa terbahak-bahak sambil berkata kepada Abu Thalib: “Kamu disuruh mendengar dan mentaati anakmu”.
Peristiwa di atas dapat dirujuk di buku-buku berikut:
- Syawāhidut Tanzīl, karya Al-Haskani Al-Hanafi, juz 1, hal. 372, hadis ke 514; hal. 420, hadis ke 580, cetakan pertama, Beirut.
- Tafsir Ath-Thabari, juz 19, hal. 74, cetakan Bulaq; juz 19, hal. 68, cetakan Al-Maimaniyah; juz 19, hal. 121, cetakan kedua, Mesir.
- Tārīkh Ath-Thabari, juz 2, hal. 319, cetakan Mesir; juz 2, hal. 216, cetakan yang lain.
- Musnad, Ahmad bin Hanbal, juz 1, hal. 111, cetakan Al-Maimaniyah, Mesir.
Surah Ālu Imrān : 103
Perintah Berpegang Teguh Dengan Ahlul Bait
“Berpeganglah dengan tali Allah (hablullah) dan janganlah bercerai-berai”
Yang dimaksud dengan hablullah (tali Allah) dalam ayat ini adalah Ahlul Bayt as Hal ini dapat dirujuk di buku-buku referensi berikut ini:
- Syawāhidut Tanzīl, karya Al-Hakim Al-Haskani Al-Hanafi, juz 1, hal. 130, hadis ke: 177, 178, 179, dan 180.
- Ash-Shawā’iqul Muhriqah, karya Ibnu Hajar Al-Haitsami Asy-Syafi’i, hal. 149, cetakan Al-Muhammadiyah; hal. 90, cetakan Al-Maimaniyah, Mesir.
- Yanābī’ul Mawaddah, karya Al-Qundusi Al-Hanafi, hal. 139, 328, 356, cetakan Al-Haidariyah; hal. 119, 274, dan 279, cetakan Islambul.
- Al-Ittihāf bi Hubbil Asyrāf, karya Asy-Syabrawi Asy-Syafi’i, hal. 76.
- Rūhul Ma’ānī, karya Al-Alusi, juz 4, hal. 16
- dan masih banyak lagi…
Surah At-Taubah : 119
Orang-orang yang Benar
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaknya kamu bersama orang-orang yang benar”
Surah Al-An’ām : 153
Perintah Mengikuti Jalan Kebenaran
“Sesungguhnya ini adalah jalanku yang lurus, maka ikutilah jalan itu, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikanmu dari jalan-Nya”
Surah An-Nisā` : 59
Perintah Menaati Ulil Amr
“Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah, taatlah kepada Rasul dan Ulil Amr (yang berasal dari) dirimu”
Surah An-Nahl : 43
Perintah Merujuk Kepada Ahlul Bayt as
“Maka bertanyalah kepada ahludz dzikr jika kamu tidak tahu”
Yang dimaksud dengan ahludz dzikr dalam ayat di atas adalah Ahlul Bayt Nabi as Yaitu Ali, Fathimah, Hasan dan Husein as. Silahkan rujuk:
- Syawāhidut Tanzīl, karya Al-Hakim Al-Haskani Al-Hanafi, juz 1, hal. 334, hadis ke: 460,463, 464, 465, dan 466.
- Yanābī’ul Mawaddah, karya syeikh Sulaiman Al-Qundusi Al-Hanafi, hal. 51 dan 140, cetakan Al-Haidariyah; hal. 46, 119, cetakan Islambul.
- Tafsir Al-Qurthubi, juz 11, hal. 272.
- Tafsir Ath-Thabari, juz 14, hal. 109.
- Tafsir Ibnu Katsir, juz 2, hal. 570.
Surah Al-Mā`idah : 55-56
Ayat Wilayah
“Sesungguh pemimpin kalian hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman. Yaitu orang-orang yang memberikan zakat ketika sedang ruku’. Barang siapa yang berwilayah kepada Allah dan Rasul-Nya serta orang yang beriman, sesungguhnya hizbullah adalah orang-orang yang jaya”
Ayat ini turun berkenaan dengan Imam Ali bin Abi Thalib a.s. ketika beliau memberi sedekah kepada pengemis saat ruku’. Silahkan rujuk:
- 1.Syawāhidut Tanzīl, Al-Hakim Al-Haskani Al-Hanafi, juz 1, hal. 161-184, hadis ke 216, 217, 218, 219, 221, 223, 224, 225, 226, 227, 228, 229, 230, 231, 232, 233, 234, 235, 236, 237, 238, 239, 240 dan 241, cetakan Beirut.
- 2.Asbābun Nuzūl, Al-Wahidi An-Naisaburi, hal. 113, cetakan Al-Halabi, Mesir; hal. 148, cetakan Al-Hindiyah.
- 3.Manaqib Al-Imam Ali bin Abi Thalib, Ibnul Maghazili Asy-Syafi’i, hal. 311, hadis ke 354, 355, 356, 357 dan 358.
- 4.Kifāyatut Thālib, Al-Ganji Asy-Syafi’i, hal. 228, 250, 251, cetakan Al-Haidariyah; hal. 106, 122, 123, cetakan Al-Ghira.
- 5.Dzakhā`irul ‘Uqbā, Muhibuddin Ath-Thabari Asy-Syafi’i, hal. 88 dan 102.
- 6.Al-Manāqib, A-Kharazmi Al-Hanafi, hal. 187.
- 7.Tarjamah Al-Imam Ali bin Abi Thalib dalam Tārīkh Dimasyq, karya Ibnu Asakir Asy-Syafi’i, juz 2, hal. 409, hadis ke 908 dan 909.
- 8.Al-Fushūlul Muhimmah, karya Ibnu Shabbagh Al-Maliki, hal. 123 dan 108.
- 9.Ad-Durrul Mantsūr, karya As-Suyuthi, juz 2, hal. 293.
- 10.Fathul Qadīr, karya Asy-Syaukani, juz 2, hal. 53.
- 11.At-Tashīl li ‘Ulūmit Tanzīl, karya Al-Kalbi, juz 1, hal. 181.
- 12.Al-Kasysyāf,karya Az-Zamakhsyari, juz 1, hal. 649.
- 13.Tafsir Ath-Thabari, juz 6, hal. 288-289
Surah Al-Mā`idah : 67
Ayat Tabligh
“Wahai Rasul, sampaikanlah apa yang telah diturunkan kepadamu dari Tuhanmu, dan jika kamu tidak melakukan hal itu, berarti engkau belum menyampaikan risalah-Nya.”
Menurut beberapa hadis yang diriwayatkan oleh beberapa sahabat Nabi SAWWW, seperti Ibnu Abbas, Abu Said Al-Khudri, Al-Barra’ bin Azib, Abu Hurairah, dan lainnya, ayat ini turun setelah haji Wada’ di Ghadir Khum sehubungan dengan perintah memproklarnirkan kepemimpinan (wilayah) Ali bin Abi Thalib a.s. Bahan rujukan:
- 1.Syawāhidut Tanzīl, karya Al-Hakim Al-Haskani, juz 1, hal. 187, hadis ke: 643, 244, 245, 246, 247, 248, 249, 240, cetakan pertama, Beirut.
- 2.Asbābun Nuzūl, karya Al-Wahidi An-Naisaburi, hal. 115, cetakan Al-Halabi, Mesir; hal. 150, cetakan Al-Hindiyah, Mesir.
- 3.At-Tafsīrul Kabīr, karya Fakhrur Razi, juz 12, hal. 50, cetakan Mesir 1375 H; juz 3, hal. 637, cetakan Ad-Dar Al-’Amirah, Mesir.
- 4.Tafsir Fathul Qadīr, karya Asy-Syaukani, juz 2, hal. 60, cetakan Al-Halabi; hal. 57, cetakan pertama.
- 5.Tafsir Al-Manār, karya Syeikh Muhammad Rasyid Ridha, juz 6, hal. 463.
- 6.Tafsir An-Naisaburi, juz 6, hal. 470.
- 7.Tafsir Rūhul Ma’āni, karya AL-Alusi, juz 2, hal. 348.
- 8.Ad-Durrul Mantsūr, karya Jalaluddin As-Suyuthi, juz 2, hal. 298.
- 9.Kanzul ‘Ummāl, karya AL-Muttaqi AL-Hindi, juz 6, hal. 153.
- 10.Musnad Ahmad bin Hanbal, juz 3, hal. 272.
- 11.Mustadrakul Hakim, jilid 3, hal. 109.
- 12.’Umdatul Qāri fī Syarah Shahih Bukhari, karya Badruddin Al-Hanafi, juz 8, hal. 584.
- 13.Yanābī’ul Mawaddah, Al-Qundusi, hal. 120, cetakan Istambul; hal. 140 dan 298, cetakan Al-Haidariyah.
- 14.Al-Milal wan Nihal, karya Syahrastani Asy-Syafi’i, jilid 1, hal. 163.
- 15.Farā`idus Simthain, karya Al-Hamwini, juz 1, hal. 158, hadis 120, cetakan Beirut.
- 16.Miftāhun Najāh, karya Al-Badkhasyi, hal. 41.
- 17.Ihqāqul Haqq, karya At-Tustari, juz 6, hal. 347.
- 18.Mathālibus Sa`ūl, karya Ibnu Thalhah Asy-Syafi’i, juz 1, hal. 44, cetakan Dar Kutub Najaf; hal. 16, cetakan Tehran.
- 19.Al-Fushūlul Muhimmah, karya Ibn Shabbagh Al-Maliki Al-Makki, hal. 25, cet Al-Haidariyah.
- 20.Tarjamah AI-Imam Ali bin Abi Thalib dalam Tārīkh Dimasyq, karya Ibnu Asakir Asy-Syafi’i, juz 2, hal. 86, hadis ke 586, cetakan Beirut.
- 21.Fathul Bayān fi Maqāshidil Qurān, karya Allamah Sayyid Shiddiq Hasan Khan, juz 3, hal. 63, cetakan Mathba’ Al-’Ashimah, Kairo; juz 3, hal. 89, cetakan Bulaq, Mesir, 23; Al-Ghadir, karya Al-Amini, juz 1, hal. 9.
Surah Al-Kautsar : 1-3
Keturunan Rasulullah SAWW
“Sesungguhnya Kami telah memberikan nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu, dan berkorbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membencimu dialah yang terputus (keturunannya)”
Ayat ini turun berkaitan dengan pernikahan Fathimah Az-Zahra’ dengan Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib a.s., dan juga sebagai jawaban atas tuduhan bahwa keturunan Rasulullah SAWW terputus. Jadi, yang dimaksud dengan “nikmat yang banyak” adalah Rasulullah SAWW memiliki keturunan yang banyak dan baik melalui Fathimah Az-Zahra’ dan Amirul Mukminin a.s. Keturunan itu adalah para imam a.s. yang akan membimbing manusia menuju ketaatan dan keridhaan Allah. Adapun yang dimaksud dengan “orang yang membencimu dialah yang terputus” adalah orang yang beranggapan bahwa Rasulullah SAWW tidak memiliki keturunan.
Penafsiran ini dapat Anda baca dalam buku-buku berikut:
- 1.Tafsir Fathul Qadīr, karya Asy-Syaukani, juz 30, hal. 504.
- 2.Tafsir Gharā`ibul Qurān(catatan pinggir) Majma’ul Bayān, juz 30, hal. 175.
- 3.Tafsir Majma’ul Bayān, karya Ath-Thabarsi, juz 30, hal. 206, cet. Darul Fikr, Beirut.
- 4.Nūrul Abshār, karya Asy-Syablanji, hal. 52, cet. Darul Fikr, tahun 1979 M.
- 5.Al-Manāqib, karya Syahr-asyub, juz 3, hal. 127.
Surah Ash-Shāffāt : 130
Keluarga Yasin
“Semoga kesejahteraan terlimpahkan atas keluarga Yasin”
Yang dimaksud dengan “keluarga Yasin” adalah keluarga Muhammad SAWW.
Surah Ath-Thūr : 21
Keturunan Yang Baik
“Dan orang-orang yang beriman dan diikuti oleh keturunan mereka dalam iman, Kami hubungkan keturunan mereka dengan mereka…”
Ayat ini turun untuk Rasulullah SAWW dan keturunannya.
Surah At-Tahrīm : 4
Mukmin yang Salih
“Jika kalian (dua orang wanita) bertaubat kepada Allah, maka (hal itu adalah sangat baik dan) sesungguhnya hatimu menginginkan (hal itu), dan jika kalian berdua saling bahu-membahu untuk mengganggunya (Nabi), maka sesunggunya Allah, Jibril dan mukmin yang salih adalah pelindungnya”
—oooOOOooo—



mencintai Nabi bukanberarti hanya mencintai para ahlul bayt saja, tapi juga mencintai para sahabat yang dekat dengannya dan salafussholihiin yang turut menyampaikan risalah islam. Jangan lupa …kita semua tidak bertemu langsung dengan nabi Muhammad SAW. Tetapi karena kecintaan kepada Allah dan Nabi Muhammad SAW. kita memperoleh kebenaran islam. Semoga Allah merahmati seluruh umat Nabi Muhammad ..Amin.
Jelas…
pada blog ini saya tidak melihat bahwa ada tulisan “KITA TIDAK BOLEH MENCINTAI PARA SAHABAT atau ALIM ULAMA”. “KITA HANYA BOLEH MENCINTAI AHLUL BAYT” tidak ada…
Saya baru menemui anda seorang yang berkata seperti ini. Para alim ulama (terutama para keturunan nabi semoga Allah melimpahkan rahmat untuk mereka) tidak pernah berkata “mencintai Nabi bukan berarti hanya mencintai para ahlul bayt saja…” Tapi mereka selalu menghormati Ahlul Bayt.
Allah berfirman: “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” Al-Quran Surat Al-Ahzab 56.
Trus apa maksud perkataan Anda ini? apakah kita juga harus mencintai “ABU SUFYAN, MUAWIYAH atau YAZID laknatullah? untuk mendapatkan keridaan Nabi SAW?
Apa ada tidak membaca:
“Aku tidak pernah mengharapkan sesuatu dari kalian kecuali apa yang Allah perintahkan kepada kalian untuk selalu mencintai keluargaku. Hati-hatilah! Jangan sampai kalian menemuiku di telaga surga nanti dalam keadaan membenci keluargaku, menzalimi atau bahkan membunuh mereka!”
Atau mungkin anda bisa menulis disini bagaimana pendapat anda tentang MUAWIYAH dan YAZID. Saya tunggu.
Salam untuk Administrator.
Subhanallah..sungguh mulia Nabi Muhammad beserta keluarganya. Terima kasih Afwan. telah mengingatkan saya atas kekejaman orang yang menganiaya para keluarga Rosul. maaf sebesarnya. saya do’if dan khilaf. semoga dakwah anda menjadi penolong kita menghadap Allah SWT.
Ass.wr.wb.
Umat islam yang sebenarnya (mu’min sejati), yang hakiki, dimata Allah & Rasul adalah orang2 yang mencintai Allah, yang di representasikan kepada mencintai & mengikuti Rasulullah, yang di representasikan kepada mencintai & mengikuti Ahlul Bayt Rasulullah, serta mencintai & berbuat baik kepada para sahabat yang mencintai & mengikuti Allah, Rasulullah, & Ahlul Baytnya. Para sahabat yang kemudian, setelah wafatnya Rasulullah tidak mencintai, bahkan membenci & memusnahkan Ahlul Bayt Rasulullah, sesungguhnya saya bersaksi & berani bersumpah atas nama Allah swt, Rasulullah saww bahwa mereka adalah orang2 munafik, maka laknatlah terus mereka…mereka bukan sahabat Rasullah yang sejati, mereka adalah orang2 munafik yang bersembunyi dibalik nama “sahabat Rasulullah”….
Wasallam
Saya setuju denga pendapat ardinal diatas. Mereka adalah orang2 munafik!!!. Tapi heran banyak juga lho diantara kita yang menganggap mereka “Sahabat Rasol”.
Muawiyah Laknatullah….
Yazid Laknatullah…
Saya setuju dg Aqil Zein. Namun saya juga sangat kagum kejantanan dan kebersihan hati saudara Abdurrahman, sehingga Allah memberikan hidayah kepada beliau dan beliau begitu cepat mengakui dan berterima kasih kepada saudara Aqil Zein. Sangat jarang orang2 spt saudara Abdurrahman yg mnerima kebenaran tanpa bisa dihalangi oleh nafs/ego.
Alhamdulillah.
Salam kenal saudara Abdurrahman.
Salam pada kelian,
Dengar sini baik2,
Imam yang wajib kita taat ialah :
Imam Ali Karamallahwajah,
Imam Hassan Al mujtaba
Imam Hussein assahid asshuhada
Imam Ali Zainal Abedeen assajjad
Imam Muhammad al baqir,
Imam Jaafar Assaddiq,
Imam Musa al khazim
Imam ali al Redha
Imam Muhammad al jewad
Imam Ali al naqi,
Imam Hasan al askari,
Imam Mahdi al qaem (Allah ghaibkan sementara), semasa ghaib ini lah Allah utus wakilnya kepada kita umat islam seluruh dunia agar wajib mentaati wakil al mahdi iaitu :
Imam ayatollah Rohollah khomeini dan sekarang penggantinya ialah :
Imam Ali Khomeini, beliaulah yang WAJIB KITA UMAT ISLAM TAAT.
SEPATUTNYA SELURUH UMAT ISL;AM DUNIA MENTAATI IMAM ALI KHOMEINI, PATUH ARAHANYA WALAUPUN KITA HIDUP DLM PELBAGAI NEGARA TAPI KITA WAJIB TAAT PADA IMAM KITA SAHAJA.., PEMIMPIN DI NEGARA KITA TAK WAJIB DI TAATI SEBAB MEREKA BERDOSA, MUNAFIK.
PAHAM.
Mengenai Saidina abu Bakar dan umar , mereka ini adalah MUNAFIK, SAMA JUGA DGN MUAWIYAH , YAZID LAKNATULLAH.
Sila komen hujah saya ini, saya ada jawapannya untuk kalian.
TQ
Buat The Greater Malay.
apakah anda merasa lebih baik dari pada abubakar dan umar sehingga anda menyatakan mereka munafik???? perlu anda ketahui Imam Muhammad Al-Baqir (Ahlul Bayt) “Kafirlah orang yang menyatakan mereka berdua kafir” Tlg anda revisi kata2 anda!!!! karna sebenarnya anda telah merusak Syiah khususnya Ahlul Bayt Rasul.
Prihatin sekali ada yang membenci Sayidina Abubakar dan Sayidina Umar padahal kesetiaannya kepada Rasulullah SAW dan pengorbanannya demi tegaknya Islam tidak diragukan lagi. Bertobatlah The Greater Malay, namamu mencerminkan kesombonganmu. Seorang Dai Indonesia pernah menyampaikan dalam ceramahnya bahwa menjelang hari kiamat pasukan Isa Al Masih lebih dahulu memusnahkan golongan ini sebelum melenyapkan Yahudi laknatullah. Wallaahu a’lam.
islam itu fitrah …..walau jauh sekali kejahatan yg kamu lakukan …..akan Allah detikkan kebenaran dihatimu….perhatikanlah cermin hatimu akan detik itu…bertaubatlah kembalilah kamu pada satu jalan di antara 73 jalan itu….rahmatNYA mengatasi kermurkaaNYA