Ucapan-ucapan suci yang diucapkan oleh Imam Hasan Al-Mujtaba a.s.

Beberapa ucapan-ucapan suci yang pernah diucapkan oleh Imam Hasan Al-Mujtaba a.s. dengan harapan semoga ucapan ucapan suci tersebut menjadi kunci pembuka pintu akhlak insani bagi kita semua.

1.     Nasihat dengan penuh ikhlas
“Wahai manusia, barang siapa yang menasihati (orang lain) demi Allah dan menjadikan firman-Nya sebagai petunjuk bagi dirinya untuk menempuh jalan yang lurus, maka Ia akan menunjukkannya ke jalan yang lurus dan mempermudah baginya jalan kebaikan. Karena orang yang berlindung kepada Allah akan merasa aman terjaga dan musuh-Nya akan merasa takut dan terhina. Maka mintalah perlindungan kepada Allah dengan memperbanyak zikir”.

2.     Zuhud, kesabaran dan kebenaran
Ia pernah ditanya tentang zuhud. Ia menjawab: “(Zuhud) adalah membekali diri dengan takwa dan meninggalkan dunia”.

Ia pernah ditanya tentang kesabaran. Ia menjawab: “(Kesabaran) adalah menahan emosi dan dapat menguasai diri”.

Ia pernah ditanya tentang kebenaran. “Menghancurkan kemungkaran dengan perbuatan ma’ruf”, jawabnya singkat.

3.   Takwa
“Takwa adalah pintu setiap taubat, puncak segala hikmah dan kemuliaan setiap amalan. Dengan takwa yang dimilikinya orang-orang yang bertakwa bisa jaya”.

4.     Khalifah yang benar
“Khalifah yang benar adalah yang berjalan di atas sunnah Rasulullah SAWW, beramal sesuai dengan ketaatan kepada Allah. Demi Allah, kami (Ahlul Bayt) adalah bendera hidayah dan penunjuk kepada jalan ketakwaan”.

5.     Hakikat kedermawanan dan kehinaan
Ia pernah ditanya tentang kedermawanan. Ia menjawab: “Memberi terlebih dahulu sebelum diminta dan memberikan makanan ketika musim paceklik”.

Dan ia pernah ditanya tentang kehinaan. “Memiliki pandangan yang sempit dan enggan memberi walaupun sedikit”, jawabnya tegas.

6.   Pentingnya Musyawarah
“Sebuah kaum tidak melaksanakan musyawarah kecuali mereka akan mendapat petunjuk menuju kesempurnaan mereka”.

7. Kehinaan
“Engkau hina ketika engkau tidak menyukuri nikmat”.

8. Lebih buruk dari sebuah kehinaan
“Kehinaan lebih ringan daripada siksa api neraka”.

9. Mengenal sahabat
Imam Hasan a.s. berpesan kepada sebagian putra-putrinya: “Wahai anak-anakku, jangan kau bersahabat dengan seseorang kecuali engkau telah mengetahui di mana ia berada dan ke mana ia pergi. Jika engkau telah mengetahui keahliannya dan rela untuk bersahabat dengannya, maka bersahabatlah dengannya atas dasar memaafkan segala kesalahannya dan selalu bersamanya dalam setiap kesulitan”.

10.Bekerja sambil bertawakal
“Janganlah engkau mencari keinginanmu seperti orang yang sok menang dan janganlah bersandar kepada qadha dan qadar bak orang yang kalah, (bahkan berusahalah selalu sambil bertawakal kepada Allah)”.

11.Kerabat dekat dan orang asing
“Kerabat dekat adalah orang yang didekatkan oleh rasa cinta meskipun nasabnya berjauhan dan orang asing adalah orang yang tidak dihubungkan oleh rasa cinta kasih meskipun nasabnya dekat”.

12.Percaya kepada ketentuan Allah
“Barang siapa yang percaya atas kebaikan pilihan Allah untuknya, maka ia tidak akan berharap berada di dalam selain kondisi yang telah ditentukan untuk dirinya”.

13.Pengaruh pergi ke masjid
“Barang siapa yang pergi ke masjid secara kontinyu, maka ia akan mendapatkan salah satu dari delapan hal berikut: memahami ayat-ayat Ilahi, sahabat yang dapat bermanfaat baginya, ilmu baru, rahmat yang sedang menunggunya, nasihat yang akan menunjukkannya ke jalan petunjuk, nasihat yang akan mencegahnya dari kehinaan, meninggalkan dosa karena malu (kepada Allah), dan meninggalkan dosa karena takut kepada Allah”.

14.Mata, hati dan telinga terbaik
“Mata yang paling tajam adalah mata yang digunakan untuk melihat kebaikan, telinga yang paling pendengar adalah telinga yang menerima segala nasihat dan dapat mengambil faedah darinya, dan hati yang paling selamat adalah hati yang bersih dari segala syubhah”.
15.Tazkiah tersirat dalam ibadah

“Barang siapa yang melaksanakan ibadah, maka ia telah membersihkan diri. Jika shalat sunnah menghalangi (terlaksananya) shalat wajib, maka tinggalkanlah shalat sunnah tersebut”.

16.Orang yang berakal
“Orang yang berakal tidak akan menipu orang yang meminta nasihat darinya”.
17.Menghargai ibadah

“Jika seseorang dari kalian bertemu saudaranya (seiman), maka ciumlah keningnya, (karena tempat itu) adalah tempat memancarnya cahaya ibadah”.

18.Harapan
“Bekerjalah untuk duniamu seakan-akan engkau akan hidup selamanya, beramallah untuk akhiratmu seakan-akan engkau akan mati esok, dan jika engkau menginginkan kemuliaan tanpa dukungan kerabat dan kewibawaan tanpa kerajaan, maka keluarlah dari lingkaran maksiat menuju ke puncak ketaatan kepada Allah azza wa jalla”.

19.Tanda-tanda akhlak mulia
“(Tanda-tanda) akhlak mulia adalah sepuluh hal: jujur, jujur ketika ditimpa musibah, memberikan bantuan kepada para peminta, berakhlak mulia, memberikan upah untuk setiap pekerjaan, silaturahmi, membela tetangga, memperhatikan hak-hak sahabat, menjamu tamu dan yang lebih penting adalah memiliki rasa malu”.

20.Memuji dan mengghibah
Imam Hasan a.s. berkata kepada seseorang: “Jangan terlalu memujiku karena aku lebih tahu tentang diriku darimu, jangan engkau membohongkanku karena aku tidak pernah melihat diriku berkata bohong, dan jangan mengghibah seseorang di hadapanku”.

21.Faktor-faktor pembinasa manusia
“Kebinasaan seseorang tersembunyi di balik tiga hal: kesombongan, ketamakan dan kedengkian. Kesombongan adalah faktor pembinasa agama dan karena kesombongan tersebut Iblis dilaknat. Ketamakan adalah musuh hati dan karena ketamakan tersebut Nabi Adam dikeluarkan dari surga. Kedengkian adalah sumber keburukan dan karena rasa dengki tersebut Qabil tega membunuh Habil”.

22.Takwa dan tafakur
“Aku wasiatkan takwa kepada kalian dan selalu bertafakur. Karena tafakur adalah ayah dan ibu segala kebaikan”.

23.Mencuci tangan sebelum dan setelah makan
“Mencuci tangan sebelum makan dapat memusnahkan kefakiran dan mencuci tangan setelah makan dapat menghilangkan kesusahan”.

24.Dunia adalah tempat beramal
“Seluruh manusia sekarang berada di sebuah rumah kelupaan, mereka beramal dan tidak tahu (apa akibat sebenarnya). Ketika mereka sudah masuk ke dunia akhirat, mereka akan berada di sebuah rumah keyakinan. Mereka akan mengetahui (seluruh balasan amalan) dan tidak perlu lagi untuk beramal”.

25.Sejalan dengan masyarakat
“Bergaullah dengan masyarakat sekitarmu dengan cara yang engkau sukai diperlakukan oleh mereka “.
26.Peran akal, kemauan dan agama

“Orang yang tidak berakal tidak akan memiliki etika, orang yang tidak memiliki kemauan tidak akan memiliki kejantanan, dan orang yang tidak beragama tidak akan memiliki rasa malu”.

27.Mengajar dan belajar
“Ajarkanlah kepada orang lain ilmu yang kau miliki dan belajarlah ilmu yang dimiliki oleh orang lain”.

28.Kepada siapakah kita harus pergi?
“Jangan kau mendatangi seseorang kecuali engkau mengharapkan kebaikannya, takut akan kelalimannya, mengambil manfaat dari ilmunya, mengharapkan berkah atau doanya, atau menyambung silaturahmi antara dia dan dirimu”.

29.Akal dan kebodohan
“Tiada kekayaan yang lebih besar dari akal, tiada kefakiran seperti kebodohan, tiada yang lebih ditakuti dari sifat berbangga diri, dan tiada kehidupan yang lebih indah dari pada akhlak yang mulia”.

30.Ali a.s. adalah lambang keimanan
“Sesungguhnya Ali a.s. adalah bak sebuah pintu. Barang siapa yang memasukinya, maka ia adalah beriman, dan barang siapa keluar darinya, maka ia adalah kafir”.

31.Awal salam, kemudian kalam
“Barang siapa yang memulai pembicaraan sebelum mengucapkan salam, maka janganlah kalian hiraukan”.

32.Memberi sebelum diminta
“Mendahului berbuat kebajikan dan memberi sebelum diminta adalah kemuliaan teragung”.

33.Belajar dan menulis ilmu
“Pelajarilah ilmu. Jika kalian tidak dapat untuk menghafalkannya, tulislah dan simpanlah di rumah kalian”.

34.Doa yang dikabulkan
“Orang yang tidak terbersit di hatinya kecuali (mengharap) ridha (Allah) kemudian ia berdoa kepada-Nya, aku jamin doanya akan dikabulkan”.

35.Pengaruh ibadah
“Barang siapa yang beribadah kepada Allah, maka Ia akan menundukkan segala sesuatu di hadapannya”.

Satu Tanggapan

  1. […] ini disalin dari blog para pecinta Rasul Ucapan Suci Ahlul Bayt ← Ucapan Suci Imam Ali a.s. LikeBe the first to like this […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: