Eropa Bersatu Seru Israel Hentikan Pemukiman Gelap

Menteri luar negeri Eropa Bersatu, Senin (28/1) waktu setempat, menyeru Israel untuk menghentikan semua kegiatan pemukiman di wilayah Palestina, dan menyatakannya hal itu tidak sah.

“Eropa Bersatu menganggap permukiman di mana pun di wilayah dudukan Palestina tidak sah berdasarkan atas undang-undang antarbangsa. Itu termasuk permukiman Israel di baik Yerusalem Timur maupun Tepi Barat,” kata mereka dalam pernyataan bersamanya.

“Pembangunan permukiman merupakan rintangan bagi perdamaian. Oleh karena itu, Eropa Bersatu sangat prihatin pada kegiatan pemukiman tersebut,” kata pernyataan itu.

Mereka juga menanggapi rangkaian serangan roket atas Israel dari Gaza pekan lalu, penutupan berikut Israel atas semua perlintasan ke jalur itu, dan ‘serbuan’ perbatasan antara Gaza dengan Mesir oleh puluhribuan orang Palestina.

Eropa Bersatu mengutuk penembakan berlanjut roket ke wilayah Israel dan kegiatan lain, yang berlawanan dengan hukum antarbangsa dan membahayakan penduduk, kata pernyataan.

Eropa Bersatu mengulangi keprihatinan mendalamnya pada keadaan kemanusiaan di Gaza dan menyeru kesinambungan penyediaan barang dan layanan hakiki, termasuk bahan bakar dan listrik.

Pada saat sama, pernyataan itu memuji upaya penengahan pemerintah Mesir dan menyeru kesinambungan luas dan keterlibatan membangun mitra Arab.

Selain itu, mereka menyambut peluncuran cara baru pemberian bantuan Eropa Bersatu untuk wilayah Palestina, yang dijadwalkan berlaku pada 1 Februari.

Pranata itu akan merupakan saluran pokok untuk Eropa Bersatu dan bantuan lain antarbangsa, kata pernyataan tersebut.

Pemimpin Israel memerintahkan membongkar permukiman liar terbesar Yahudi di wilayah caplokan mereka itu Tepi Barat, Palestina, pada Agustus mendatang, kata sumber peradilan di Yerusalem hari Rabu.

Petugas hukum, yang membicarakan keputusan itu kepada mahkamah agung, menerima pernyataan untuk pengusiran pemukim liar tersebut dari wilayah Palestina dan kelompok anti-pemukiman Peace Now.

Perdana Menteri Israel Ehud Olmert dan Menteri Pertahanan Ehud Barak mengharapkan 40 orang atau keluarga, yang tinggal di pos terdepan Migron di dekat Ramallah, berjanji sukarela memindahkan rumah mereka ke tempat lain di Tepi Barat, yang diduduki Israel, yang diperuntukkan bagi kawasan industri, tambah sumber itu.

Tempat tersebut adalah Shaar Binyamin, yang saat ini terdiri atas rumah, yang digunakan sebagai gudang dan pasar, terletak dua kilometer dari pos terdepan Migron.

Migron adalah permukiman liar terbesar, yang terdiri atas sekitar 100 pemukim, yang terletak di sekitar wilayah dudukan Tepi Barat, yang didirikan tanpa izin pemerintah Yahudi, yang menduduki wilayah itu sejak perang 1967.

Di Migron terdapat sejumlah rumah, lusinan rumah-bergerak, satu sinagoga, satu tempat ibadah bath, dan masing-masing sebuah sekolah taman kanak-kanak dan rumahkaca.

Masyarakat antarbangsa menganggap semua permukiman di wilayah Tepi Barat, yang diduduki Israel, tidak sah tanpa memandang apakah perumahan itu dibangun dengan izin Isreal.

Namun, Washington memberikan tekanan khusus pada Israel untuk membongkar pemukiman liar itu dan mantan perdana menteri Ariel Sharon berjanji memindahkan 56 di antaranya, yang didirikan setelah ia mengambil-alih pemerintahan pada Maret 2001.

Dalam kunjungan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Condoleezza Rice pada awal Januari, perdana menteri sekarang membarui janji itu. (sumber: MediaIndonesia.Com)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: