Hamas Kecam Rencana Gus Dur Menghadiri Perayaan 60 Tahun Israel

Rencana itu “sungguh-sungguh memalukan.”

imageRencana mantan Presiden Republik Indonesia Abdurrahman Wahid untuk menghadiri perayaan 60 tahun berdirinya negara Zionis Israel, bulan Mei mendatang, dikritik oleh tokoh pejuang kemerdekaan Palestina, Dr Musa Abu Marzuq.

Ditemui oleh Hidayatullah.com di kantornya di Damaskus beberapa jam yang lalu, Abu Marzuq, yang menjabat Wakil Kepala Biro Politik Hamas (Gerakan Perlawanan Islam untuk Kemerdekaan Palestina) menyebut rencana itu, “sungguh-sungguh memalukan.”

Menurut Abu Marzuq, merayakan 60 tahun berdirinya Zionis Israel sama halnya merayakan pembantaian, pengusiran, perusakan kebun-kebun dan penjajahan atas rakyat Palestina dan Masjidil Aqsa.

“Bagaimana mungkin seorang Muslim seperti Abdurrahman Wahid tega ikut serta merayakan kezaliman atas saudara-saudara Muslimnya sendiri?” tukasnya.

Menurut Abu Marzuq, kalau Presiden AS George Bush menghadiri perayaan seperti itu, dirinya masih bisa memahami, tapi kalau seorang bekas presiden dari sebuah bangsa Muslim terbesar di dunia yang melakukannya, “sungguh memalukan.”

Dr Musa menyarankan kepada tokoh-tokoh Indonesia untuk datang sendiri melihat keadaan saudara-saudaranya di Gaza.

image“Sudah berbulan-bulan, 1,5 juta saudara-saudara Anda, terutama anak-anak, saat ini hidup tanpa bahan bakar, tanpa obat-obatan dan makanan yang sangat terbatas karena diblokade oleh Zionis Israel,” jelasnya.

Namun, Abu Marzuq mengingatkan, bahwa Israel tidak mungkin memberikan izin kepada siapapun untuk menyaksikan kekejaman mereka atas para penduduk Gaza.

“Minggu lalu, bekas (Presiden AS Jimmy) Carter juga dilarang Israel masuk ke Gaza,” katanya.

Karena masuk ke Gaza tidak mungkin, saat ini, ia menyarankan para tokoh Muslim Indonesia agar mengunjungi para pengungsi Palestina di Yordania, Mesir dan Suria. “Ada 6 juta saudara-saudara Anda bangsa Palestina yang sekarang diusir oleh Zionis Israel dan terpaksa hidup di pengungsian,” katanya.

Menanggapi langkah-langkah pemerintah Otoritas Palestina di bawah Mahmud Abbas yang menambah terus jumlah “duta besar” Palestina di berbagai negara, Abu Marzuq mengatakan, bahwa dirinya tak merasa ada masalah dengan itu.

Sejak sepuluh tahun silam, sudah lebih dari seratus negara yang memiliki duta besar atau perwakilan PLO. “Yang terpenting,” kata Abu Marzuq, “para duta besar itu bekerja untuk kepentingan kemerdekaan dan kesejahteraan bangsa Palestina. Jangan sampai mereka memperkeruh suasana dengan menjelek-jelekkan kelompok tertentu yang mengakibatkan lemahnya persatuan bangsa Palestina.”

Ketika berkunjung ke Indonesia beberapa bulan silam, Presiden Otoritas Palestina Mahmud Abbas di depan tokoh-tokoh Indonesia menyebut Hamas sebagai “kriminal”. Namun Abu Marzuq enggan menanggapi pernyataan-pernyataan yang bernada kampanye hitam itu.

Menurutnya, apapun yang dikatakan oleh Mahmud Abbas tentang Hamas, tidak akan banyak pengaruhnya bagi kepentingan Palestina.

“Sebab dunia sudah bisa menyaksikan,” ujarnya, “siapa yang benar-benar bekerja untuk kemerdekaan Palestina, dan siapa yang hanya bikin masalah.”

Menurut Abu Marzuq, saat ini ada upaya keras untuk membangun citra, seakan-akan Gaza di bawah Hamas adalah Korea Utara yang kacau-balau dan pemerintahnya salah urus. Sedangkan Tepi Barat adalah Korea Selatan yang modern dan kaya raya.

“Tapi kami ingin menyampaikan, bahwa prioritas pekerjaan kami adalah rekonsiliasi rakyat Palestina, keselamatan mereka dan dikembalikannya hak-hak mereka di manapun mereka berada,” kata Abu Marzuq.

Sejauh ini Mahmud Abbas telah melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Zionis Israel Ehud Olmert sebanyak 51 kali. “Hasilnya bukan saja nol, malah semakin buruk,” simpul Abu Marzuq.

Dr Musa Abu Marzuq lahir di Gaza tahun 1951. Setelah menyelesaikan kesarjanaan tekniknya di Universitas Ayn Syams, Kairo ia bekerja di bidang industri di Uni Emirat sampai tahun 1981. Sepuluh tahun kemudian ia menyelesaikan studi S-3 di Amerika Serikat.

Di Biro Politik Hamas (Harakah Muqawwamah Al-Islamiyah), Abu Marzuq adalah wakil dari Khalid Misy’al yang pernah diwawancarai majalah Suara Hidayatullah, edisi September 2006. [Dzikrullah, Khadijah, dan Kaisya Fatina (fotojurnalis) dari Damaskus/www.hidayatullah.com] – Sumber: http://www.swaramuslim.com

10 Tanggapan

  1. Hihi…kayak gak tau aja,gus dur kan suka cari sensasi.tapi sungguh disayangkan, koq sensasinya gtu seh,gus? Jd pnasaran,apa berita klo gus prnh dibaptis tu bnr? Wallahu a’lam

  2. Gusdur Apaan tuh?????!!!!
    Ahmadiyah kok mau di belain??? saya Akan menuntutmu GUSDUR di hadapan Allah karena kau membela Ahmadiyah!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  3. hanya orang bodoh yg mengindentifikasi sesuatu tanpa mata batin…..kalu ga tau Gus Dur jgn asal CO (cangkem Ombo) bisa kuwalat ntar hehehe…..

  4. ga usah saling kecam antar orang muslim….kita tidak tau maksud di dalam hati setiap orang, so jika GUSDUR mo melakukan sesuatu ya tersesrah dia, mungkin dia ada niatan tertentu..
    kita harus saling menghormati antar sesama muslim…..

  5. Gusdur mungkin sudah terbutakan mata hatinya,kita berharap Gusdur tidak menjadi antek Zionis

  6. bukan masalah saling kecam antar sesama umat muslim!! tapi disini yang di garis bawahi adalah. PENGHINAAN terhadap AGAMA ISLAM. coba anda tanyapada alim ulama sunnah wal jamaah.
    pasti mereka akan bilang Gus Dur itu penghianat.
    ga bisa asal bela2 dia gitu aj dong. di sini kita sebagai umat islam seharusnya tau seprti ap SYARIAT ISLAM yang benar.

    Jadi Gusdur itu cuma Omong Besarr.
    agama sendiri di ijank2 kok malah PRO dengan yg bersalah. sebenarnya maunya apa?
    mau menghancurkan islam dengan pelan2?

    banyak orang yg ga tau gusdur itu seperti apa. jadi harus tau asal muasal guru,alim ulama, atau orang di lihat berpendidikan dgn seksama. biar kita TAU. YANG MANA YANG BENAR DAN YANG SALAH.

    yang batil ya batil. syariat islam ga bisa di ubah dgn begitu mudahnya. karna itu sudah ketetapan allah untuk menjalankan agama islam dengan ajaran yg benar.

    itulah salah satu ciri oarang yang tidak mencintai rasulullah.

    al afu minkum.

  7. ngapin seh gusdur nyari teman orang ISrael gitu aja kok repot

  8. Gusdur dgn bbrapa konconya yg dirilis dlm suatu situs, pernah melawat ke Israel dan di sambut hangat dgn pemasangan kafiyeh oleh Shimon Peres sbg tanda penghormatan ! Kita tidak tahu sbg penghormatan dan penghargaan apa !

  9. Untuk saat ini dan sampai kapan pun,kita belum atau tidak wajib berhubungan mesra dengan kaum Yahudi dengan gerakan Zionisnye,krn sadar atau tidak kita smua smua tak terkecuali para pemimpin2 kita sdh berada dlm lingkaran setan zionisme,jika para saudaraku sempat membaca buku”Yahudi Menggenggam Dunia”terbitan Al-Kautsar,betapa kita akan pilu dan prihatin bahwa kehidupan kita saat ini sdh berada dlm cengkeraman tangan Yahudi ! Bangsa Indonesia saat ini mungkin tidak bisa menikmati kehidupannya kalo bukan Mesin Uang Zionis mengucurkan dananya ! Silahkan berfikir sendiri,apa yg seharusnya kita perbuat !

  10. ya udaa kita liat aj nnti . apa hal-hal aneh yg akan di lakukan gusdur.

    di memang sudah dibutakan mata hatinya oleh allah..

    kita liad saja lah nnti.

    jgn main2 dengan kaum muslim.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: