Warga Amerika Danai Politikus Anti-Islam Belanda

Sekelompok warga Amerika Serikat diam-diam mendanai politikus Belanda anti-Islam, Geert Wilders, 49 tahun, untuk meraih kursi dalam pemilihan parlemen (lower house) besok. Dukungan finansial itu ditujukan untuk menghadang pengaruh Islam di Eropa.

Belanda tidak melarang politikus menerima dukungan dana asing. Tapi Wilders, pendiri partai Kemerdekaan, tidak transparan mengenai dukungan dana asing ke partainya dibanding partai politik lainnya.

Adalah Forum Timur Tengah, lembaga think-thank pro-Israel yang bermarkas di Philadelphia, yang mengaku mendanai pertarungan Wilders di pengadilan Belanda, yang mendakwanya telah menyebarkan kebencian pada 2010 dan 2011. Direktur Forum Timur Tengah Daniel Pipes mengatakan uang itu dikirim langsung ke pengacara Wilder melalui Legal Project.

Majalah FrontPage, yang mengoperasikan jaringan dan situs sejumlah kelompok konservatif yang bermarkas di Los Angeles, juga pernah memberikan bantuan dana kepada Wilders. Menurut David Horowitz, yang bertanggung jawab atas majalah itu, menjelaskan bahwa dirinya membayar komisi Wilders saat berkunjung ke Amerika Serikat pada 2009.

Horowitz membayar komisi dari dua pidato Wilders, biaya keamanan saat aksi protes mahasiswa berlangsung, serta akomodasi untuk pengawal pribadinya asal Belanda yang memperpanjang masa tinggalnya demi menjaga keamanan Wilders.

Pemberian dukungan finansial itu dinilai telah melanggar undang-undang pajak Amerika yang melarang lembaga seperti Forum Timur Tengah dan FrontPage memberikan bantuan dana secara langsung kepada kandidat politik ataupun partai politik. Undang-undang ini mengizinkan lembaga non-profit tersebut mendukung perdebatan soal kebijakan finansial.

Wilders, dalam pernyataannya yang dikirim via e-mail, menjelaskan, biaya proses hukumnya saat itu datang dari para sukarelawan dan pembela kemerdekaan berbicara. “Saya tidak menjawab pertanyaan siapa mereka dan berapa yang telah mereka bayar. Ini dapat membahayakan keselamatan mereka,” ujarnya. Ia juga mencurigai ada motif politik di balik isu pendanaan dirinya dan partainya oleh mantan politikus Partai Kemerdekaan.

Pemerintah Belanda sendiri enggan menanggapi soal pendanaan Partai Kemerdekaan. “Saya tidak memiliki informasi atau dokumen,” kata Liesbeth Spies, Menteri Dalam Negeri Belanda.

Jajak pendapat yang dilakukan oleh TNS Nip dan Universitas Amsterdam memperkirakan Perdana Menteri Mark Rutte dari Partai Liberal bakal meraih kursi di parlemen. Rutte, yang bertugas sejak Oktober 2010 hingga koalisi partainya bubar pada April 2012 akibat pemborosan anggaran, meraih 52 persen suara dalam jajak pendapat itu. Belanda membutuhkan pemimpin yang berani dan riil. Rutte merupakan pendukung anti-bantuan terhadap Yunani dan pendukung pengetatan ekonomi.

Sumber: TEMPO.CO.

Iklan

Sampang, Tajul Muluk, dan NU yang Membeku

Rakyat Merdeka Online (RMOL). TAJUL Muluk, penganut mazhab Syiah di Sampang yang telah dikriminalisasi karena keyakinannya adalah contoh orang kecil yang tertindas. Dan saya tidak bisa mendamaikan kemarahan dan kesedihan saya yang mendalam atas nasibnya, tanpa menuliskannya. Bagi saya, Tajul Muluk adalah pantulan diri saya sendiri. Saya melihat diri saya pada dirinya dan nasibnya.

Simpati saya kepadanya datang dari rasa kemanusiaan yang wajar, sedemikian wajarnya sehingga saya merasa perlu untuk mengurai penindasan yang dialaminya dengan alasan-alasan yang wajar dan mudah, mengabaikan kerumitan teknis hukum dan dalil pasal-pasal.

Semata-mata agar orang tahu, tanpa perdebatan soal prosedur hukum dan pengadilan tiga per empat yang kerap begitu palsu, keadilan dan ketidakadilan bukanlah perkara yang rumit untuk dipahami bahkan bagi orang kebanyakan. Dan hakim atau pengadilan sering kali gagal melihat konteks-konteks sosial secara utuh sebagai bagian yang tidak bisa dipisahkan dari bangunan kesimpulan hukum.

Tajul Muluk awalnya adalah seorang santri, kemudian seorang ustad yang memimpin madrasah milik orangtuanya. Sebagaimana orangtuanya, dia menetap dan menghabiskan umurnya yang mendekati 40 tahun, sebagai warga kampung di Dusun Nangkernang, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang.

Selama itu, dia tak pernah terlibat kejahatan, perbuatan asusila, atau kebejatan moral yang meresahkan masyarakat. Bahkan sebaliknya, dia adalah seorang ustad yang pintar, peduli, dan secara tak terelakkan menjadi panutan di kampungnya.

Ditunjang dengan bahasa Arab yang cukup baik, bekal ilmu agama yang luas, dan kepribadian yang lembut terutama terhadap warga miskin di sekitarnya, keberadaan Tajul adalah “perbedaan mencolok” bagi praktik keberagamaan yang semakin simbolis dan cenderung membeku di Sampang.

Dengan sadar saya menulis bahwa telah begitu lama tumbuh sejumlah kiai gadungan yang mengaku NU atau lebih tepatnya pedagang agama dengan simbol-simbol NU yang telah menjadikan agama dan tradisi NU yang mulia itu sebagai barang dagangan di Sampang.

Sebagian para pengaku kiai NU di Sampang itu mencekik umat bahkan yang miskin dengan tarif saat perayaan mauludan Kanjeng Nabi dan ritual-ritual tradisi NU lainnya yang sangat dihormati di Sampang.

Sehabis ritual-ritual itu, sudah umum diketahui begitu banyak warga di Sampang sering harus berutang karena tradisi menanggap kiai berceramah dari pintu ke pintu. Status dan kadar ke-NU-an perlahan-lahan dibangun di atas hubungan-hubungan selebritas agama yang menyusahkan daripada membebaskan.

Kiai-kiai NU ini tentu saja tak benar-benar layak disebut kiai kecuali karena simbol-simbol di tubuhnya. Mereka mempromosikan Islam NU yang materialistis dengan menjual tarif dan tak lagi mau berkunjung ceramah ke tempat orang-orang miskin yang jamak ada di sana. Anda tak perlu mengerahkan daya selidik yang serius untuk mengetahui realitas seperti itu.

Kiai atau tokoh agama itu kini juga lebih banyak menjual proposal agama dengan Pemda ketimbang memperjuangkan masalah sosial dan kepentingan umat yang cukup mengkhawatirkan di sana.

Jika saja pikiran orang di Sampang dibiarkan bebas tanpa membutakan diri dengan simbol dan dogma, keprihatinan-keprihatinan mendalam terhadap kebekuan beragama itu sebenarnya tidak asing di benak warga Sampang. Mereka merasakan belenggu-belenggu itu lebih banyak dari mengatakannya.

“Tetapi kok Kiai itu (Tajul) berbeda?”

“Kalau begitu, mending saya jadi Syiah saja atau Muhammadiyah. Tak perlu harus berutang!”

Perlahan-lahan, sepak terjang keberagamaan Tajul Muluk, anak seorang kiai terpandang di Sampang, yang ramah terhadap orang miskin dan lebih mempesona dalam berdakwah, secara serius mengusik kemapanan kiai-kiai pecinta materi yang ada di Sampang, khususnya di Kecamatan Omben. Tajul Muluk adalah anti-tesa, sebuah Islam protes kepada kebekuan beragama yang menguat di sana.

Perang pengaruh yang mulanya bersifat personal telah beralih secara cepat menjadi sentimen identitas mazhab bahwa kami NU sementara Tajul Muluk itu Syiah dan (karenanya) sesat.

Tentu saja sentimen primordial yang meruncing itu adalah dalih untuk membungkus alasan sesuangguhnya yang jauh lebih primordial dan memalukan: kecemburuan, ketakutan akan hilangnya pamor dan panggung dakwah para kiai. Hal-hal yang cepat atau lambat, dengan atau tanpa Tajul Muluk, sebenarnya pasti akan terjadi di Sampang.

Tajul Muluk kemudian diolah dalam desas-desus dan fitnah klise yang standar dan mengada-ada tentang Syiah sehingga kemudian Tajul tersihir sebagai musuh masyarakat. Para kiai yang kemapanannya terusik itu mendapatkan angin pembenaran lebih dahsyat lagi oleh kelompok wahabi/takfiri bernama al-Bayyinat, yang juga mendaku diri sebagai kader NU yang anehnya terang-terangan memiliki agenda organisasi dan tercermin dalam ceramah kebencian mereka yang sistematis untuk menyesatkan dan memerang Syiah, khususnya di Jawa Timur.

Persekutuan jahat itu pun makin menjadi-jadi dengan melibatkan politik daerah di Sampang yang dimainkan oleh Bupati Sampang Noer Tjahja. Bupati ini melihat peluang menjadikan kasus Tajul Muluk sebagai kasus populis yang bisa digunakannya mendulang simpati massa fanatik NU untuk memilihnya sebagai bupati untuk kali kedua. Semenjak itu, bupati ini secara aktif mengeraskan dan memobilisasi pidato kebencian terhadap Tajul Muluk dan paham Syiah.

Tajul Muluk akhirnya terusir dari rumah, kampung halamannya dan dari pengikut dan santrinya yang berjumlah lebih dari 350 orang. Tapi itu rupanya tidak cukup. Jauh di pengungsian, Tajul mendengar, rumah dirinya, madrasah, mushalla, koperasi, rumah ibunya, dll telah dibakar massa.

Kebakaran itu berbuntut pengungsian ratusan warga pengikut Syiah dan kemudian penderitaan yang tidak terputus sampai sekarang, misalnya: penjarahan harta benda, pemecatan buruh- buruh karena tak mau keluar dari ajaran Syiah, dan lain sebagainya.

Alih-alih aktor penyuruh dan pelaku pembakaran ditangkap, dan hukum ditegakkan, yang terjadi Tajul Muluk yang sebenarnya adalah korban justru dikriminalisasi dan dihukum karena dianggap melakukan penodaan agama. Tak ada rehabilitasi rumah korban, pergantian hak-hak warga yang dirampas atau bahkan sekadar permintaan maaf.

Warga Syiah dan Tajul Muluk telah dipersekusi hak-haknya secara perlahan-lahan yang menyakitkan. Dalam penderitaan dan kemiskinan, anak istri Tajul Muluk, dan pengikutnya, menjalani penindasan hidup di depan negara yang hanya bersedia menjadi penonton.

Tanpa basa-basi saya ingin mengatakan, NU yang toleran, yang katanya memiliki prinsip kemanusiaan dan keindonesiaan yang solid terbukti hanya ilusi di Sampang.

NU boleh bersilat lidah, bahwa itu adalah oknum, tapi tampaknya apa yang disebut oknum-oknum itu telah cukup menguasai kancah politik organisasi NU di Jawa Timur, dan mungkin di daerah lain dalam waktu cepat, begitu cepatnya sehingga tak bisa dibayangkan oleh tokoh-tokoh ideologis NU sendiri.

Pada saat itu, mungkin NU bahkan akan pula segera disesatkan dan dikafirkan oleh rayap takfiri yang menempel di rumahnya sendiri.

Penulis adalah dosen Universitas Harapan, dan tulisan ini dikutip dari Beritasatu.com

Kerja Keras Adalah Energi Kita

Kerja Keras Adalah Energi Kita adalah kebalikan dari sifat malas. Ia merupakan salah satu kunci dari hidup bahagia dan itu sebabnya mengapa kerja keras sangat dianjurkan dalam Islam (QS Al Ankabut 29:6) sebagai kunci sukses menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. (QS Al Ankabut 29:65).

Kerja Keras Adalah Energi Kita Ibrahim Al-Tahawi dalam kitab Al-Iqtisad Al-Islami menegaskan bahwa Al Quran menganggap kemalasan atau membuang-buang waktu melakukan hal yang tidak produktif dan tidak bermanfaat sebagai bukti kurangnya keimanan seseorang.

Al Quran sendiri menyebut kata “amal” atau perbuatan dalam 360 ayat. Dan kata “fi’il” (maknanya kurang lebih sama) disebut dalam 109 ayat yang menunjukkan betapa pentingnya kerja keras sebagai energi kita. Tentu saja yang dimaksud dengan kerja keras adalah energi kita bagi seorang pelajar adalah belajar rajin dan maksimal untuk menjadi yang terbaik.

Kerja Keras Adalah Energi Kita dalam artian harfiah, yaitu bekerja sekeras mungkin, tentu saja tidak cukup. Kita melihat betapa banyak orang, seperti buruh dan kuli, yang bekerja sangat keras memeras keringat sepanjang hari tetapi mendapatkan hasil yang sangat sedikit dan tidak mengalami perubahan ekonomi secara signifikan.

Kerja keras Adalah Energi Kita harus dibarengi dengan ilmu untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Dan karena itulah Allah sangat menekankan kemuliaan ilmu dan betapa pentingnya posisi ahli ilmu (QS Ali Imron 3:18; Al Mujadalah 58:11; Az Zumr 39:9).

***

Pada dasarnya, umat Islam adalah umat yang paling rajin bekerja keras di banding penganut agama lain dengan syarat asal kita mengikuti betul perintah Al Quran untuk selalu bekerja keras tanpa mengenal libur kendati itu hari Jumat (QS Al Jum’ah 62:10). Seorang muslim hanya disuruh berhenti bekerja pada saat ada panggilan adzan dikumandangkan (QS Al Jum’ah 62:9).

Konsekuensi dari bekerja keras tanpa henti dan tiada mengenal hari libur– plus ditambah dengan ilmu yang mumpuni di bidang pekerjaan yang dilakukan– adalah: umat Islam akan menjadi umat yang paling berhasil di dunia dalam segi materi atau paling pintar dari segi ilmu bagi pelajar.

Bayangkan saja, umat Nasrani bekerja hanya enam hari dalam seminggu karena hari Minggu libur, umat Yahudi juga bekerja selama enam hari karena libur pada hari Sabtu, maka umat Islam bekerja selama tujuh hari penuh dalam seminggu. Konsekuensinya, umat Islam akan menjadi umat terkaya di dunia karena paling rajin bekerja.

Namun kenyataan justru sebaliknya. Saat umat lain, Nasrani dan Yahudi, menuruti perintah untuk libur pada Sabtu dan Minggu saja dan bekerja selama enam hari dalam seminggu, umat Islam kebanyakan justru lebih banyak libur daripada kerjanya!

Akibatnya jelas, umat Islam yang berjumlah sekitar 1 milyar di seluruh dunia menjadi umat termiskin di banding umat dari agama lain. Umat Yahudi yang hanya 15 juta di seluruh dunia justru menjadi umat terkaya karena memang mereka yang bekerja keras paling rajin.

Seorang Muslim yang betul-betul mengikuti nilai-nilai ajaran Islam akan menjadi sosok pribadi terbaik, dan umat Islam akan menjadi umat terbaik (QS Ali Imron 3:110). Terbaik tidak hanya di akhirat, tetapi juga di dunia (QS Al Baqarah 2:201).

Seperti apa kesuksesan di akhirat hanya Allah yang tahu, namun kesuksesan di dunia dapat dilihat dengan (a) apabila berkepribadian akhlaqul karimah; (b) berhasil secara materi; (c) bermanfaat bagi manusia lain.[] @sumber: kopitozie.jogloabang.com

BPOM Temukan Dendeng dan Abon Mengandung Babi

BP Pom mengambil tindakan tegas terhadap produsen yang dengan sengaja melakukan penipuan terhadap produk abon dan dendeng yang mengandung babi.

abonbabi1

Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) merilis lima dendeng dan abon sapi yang mengandung DNA babi. Dari kelima produk itu, tiga produk tidak diketahui produsennya atau fiktif dan satu produk terpasang lebel halal.

Temuan dendeng sapi mengandung DNA babi ini, setelah dilakukan uji sampling dan pengujian atas 35 merk dendeng atau abon sapi yang terdiri dari 15 dendeng dan 20 abon. “Hasil pengujian tersebut ditemukan dendeng babi,” ujar Kepala Pengawasan Obat dan Makan, Husniah Rubiana Thamrin Akib, Kamis 16 Maret 2009.

BPOM menemukan dari berbagai kota besar di Indonesia, antara lain Jakarta, Surabaya, Bandung, Bogor, Semarang dan Jambi. Husiah menambahkan, dendeng sapi tersebut adalah hasil olahan dari industri rumah tangga (IRT) yang izin edarnya dikeluarkan pemerintah daerah setempat.

Dari lima produk temuan Badan Pengawan Obat dan Makanan, terhadap dendeng dan abon sapi yang mengandung DNA babi, ada tiga produk yang tidak diketahui produsennya atau fiktif dan satu produk yang terpasang lebel halal.

BPOM menemukan dari berbagai kota besar di Indonesia, antara lain .

Lima produk yang mengandung DNA babi itu adalah:

  1. Dendeng Abon Sapi Gurih Cap Kepala Sapi
  2. Abon Dendeng Sapi cap Limas
  3. Abon Dendeng Sapi Asli cap ACC
  4. Dendeng sapi Istimewa Beef Jerky Lezaaat
  5. Dendeng Sapi Istimewa no 1 cap 999.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makan, Husiah Thamrin Akib mengatakan, dendeng sapi tersebut adalah hasil olahan dari industri rumah tangga (IRT) yang izin edarnya dikeluarkan pemerintah daerah setempat.

“Saya intruksikan Balai POM setempat untuk segera menarik produk tersebut,” ujarnya lagi. Untuk pemusnahan produk makanan yang mengandung babi tersebut, Badan POM menyerahkan langsung kepada pemerintah daerah setempat.  [ Sumber TvOne]

Lima Misionaris Kristen di Usir Otoritas Maroko

Kementerian Dalam Negeri Maroko telah mengusir lima misionaris Kristen dengan tuduhan manghasut pemeluk agama lain masuk Kristen

Hidayatullah.com–Pemerintah otoritas Maroko dikabarkan telah mengusir lima misionaris Kristen dengan tuduhan telah manghasut pemeluk agama lain untuk masuk Kristen. Pernyataan ini diasmpaikan Menteri Dalam Negeri Maroko, hari Ahad, kemarin.

Sebagaimana dikutip USAtoday, para misionaris itu ditangkap hari Sabtu, para misionaris yang tertangkap Sabtu saat berkumpul bersama umat Islam di Casablanca Maroko.

“Banyak potongan-potongan bahan propaganda evangelis juga dirampas,” termasuk kaset video dalam bahasa Arab yang menganjurkan pindah agama Kristen, kata pernyataan Mendagri.

Seorang pejabat senior Kementrian Dalam Negeri yang senior mengatakan misionaris terdiri dari empat orang warga Spanyol dan seorang wanita Jerman.  Pejabat yang tak mau disebutkan namanya mengatakan, pihak pemerintah telah mengeluarkan mereka dari Negara itu tanpa ditahan.

Jumlah populasi warga Maroko 99 persen beragama Islam dan sisanya yang satu persen terbagi antara penganut Kristen dan penganut agama Yahudi.

Namun sebelum ini, Negara itu pernah diguncangkan itu masuknya 800 misionaris Kristen yang beroperasi di Negara berbentuk kerajaan yang berada di Afrika Utara ini. Kelompok-kelompok misionaris itu gencar menyebarkan ajaran agama Kristen di Maroko, mulai dari kelompok misionaris yang bertaraf internasional seperti Partners International dan Cooperative Baptist Fellowship sampai kelompok misionaris kecil dari gereja Baptis dan Pantekosta yang berbasis di AS dan Eropa. [usa/map/cha/www.hidayatullah.com]

Sekolah Bulgaria Larang Jilbab

hijab_thumbBarat dan Eropa yang selama ini dianggap kampiun demokrasi justru paling sering melanggar HAM. Yang terbaru adalah Bulgaria

Semakin banyak negara yang melarang pemakaian jilbab. Baru-baru ini pemerintah Bulgaria menyetujui rancangan UU yang melarang pemakaian jilbab dan simbol agama lain di sekolah.

“Kami merasa tidak setuju dan getir dengan keputusan ini. RUU ini merusak hak-hak dan juga tanggung jawab bagi wanita muslim,” ujar Ketua Ulama Bulgaria, Hussein Hafazov.

RUU ini menyerukan larangan berjilbab dan simbol agama lain di sekolah. Namun RUU ini harus mendapat persetujuan parlemen.

Bulgaria adalah negara Eropa terakhir yang akan memberlakukan larangan pemakaian jilbab bagi wanita muslim.

Semula Prancis melarang pemakaian jilbab di tempat umum pada 2004. Sejak itu, beberapa negara di Eropa mengikuti langkah serupa.

Hussein Hafazov memperingatkan bahwa RUU itu bakal meningkatkan ketegangan masyarakat di negara yang terletak di kawasan Balkan. Sebelumnya, telah terjadi aksi pembakaran yang disengaja di sejumlah masjid dan bangunan muslim lain. Bahkan di beberapa sekolah, para siswi muslim dilarang memakai jilbab.

Bulgaria adalah satu-satunya negara di Uni Eropa dimana umat Islam bukanlah pendatang, tapi merupakan penduduk asli yang tinggal selama berabad-abad.

Umat Islam di Bulgaria mencapai 12 persen dari 7,8 juta jiwa. Mereka hidup relatif harmonis dengan umat Kristen selama berabad-abad. Kebanyakan dari mereka adalah keturunan etnis Turki dari Kesultanan Ottoman yang datang ke Eropa. Mereka tinggal secara damai dengan umat Kristen dalam sebuah kebudayaan yang dikenal dengan sebutan ‘komshuluk’ atau hubungan bertetangga.

Keberadaan masjid dan sekolah Islam sudah banyak terdapat di Bulgaria. Partai MRF dari keturunan etnis Turki juga menjadi kekuatan politik yang berpengaruh. Partai ini ikut berpartisipasi dalam dua pemerintahan sebelumnya. [iol/www.hidayatullah.com]

Sikap diam dunia internasional atas kejahatan biadab Zionis

Kepala Biro Politik Gerakan Perlawanan Islam Hamas, Khaled Misy’al, mengecam sikap diam dunia internasional atas kejahatan biadab yang dilakukan pasukan penjajah zionis terhadap warga sipil yang terisolasi dan sekolah-sekolah milik Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina “UNRWA” di Jalur Gaza.

misyhalKhaled Misy’al juga meminta Rusia mengambil dikap tegas terhadap agresi Zionis Israel yang melumatkan manusia, bebatuan dan pepohonan di Jalur Gaza.

Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan antara utusan gerakan Hamas yang dipimpin Khaled Misy’al dengan utusan resmi Rusia yang dipimpin Alexander Sultanov, deputi menlu Rusia, Rabu (07/01) siang, di ibukota Suriah, Damaskus.

Menurut keterangan pers dari Biro Penerangan Hamas, Sultanov mengungkapkan Rusia merasa bersedih atas apa yag menimpa Jalur Gaza. Rusia juga mengungkapkan bela sungkawa yang dalam atas korban perang di Jalur Gaza. Sultanov menegaskan perhatian tinggi Rusia untuk mewujudkan jalan keluar bagi realita yang menyedihkan ini.

Sementara itu kepada utusan Rusia, Misy’al menegaskan bahwa perang dzalim dan biadab ke Jalur Gaza ini bertujuan untuk menghancurkan semangat juang rakyat Palestina dan kehendaknya.